setiap orang merasa kurang

amerika, krisis finansial dan konferensi internasional

Oleh : Amsakar Achmad

Di tengah perseteruan minggu terakhir pertarungan Barrack Obama dan John McCain untuk menjadi orang ke-44 sebagai presiden di negara yang mengklaim dirinya sebagai paling demokratis sekaligus paling “bagak” di dunia ini, kelihatannya semakin menarik dicermati karena masing-masing pihak punya isu kunci yang menurut mereka layak jual dan isu tersebut tentu saja akan saling menjegal. McCain sibuk menyerang pribadi Obama dengan mengatakan bahwa Obama adalah orang kulit hitam “yang lahiriahnya Kristen tetapi batiniahnya Muslim”. Isu ini menjadi propaganda McCain tapi sayangnya publik Amerika sepertinya tidak tertarik pada soal-soal penyerangan pribadi yang rasis dan murahan tersebut. Sementara sang manusia terdidik, Obama yang PhD di Harvard University dan pernah jadi dosen di Chicago University itu, lebih menyorot McCain sebagai seseorang yang kurang memiliki visi pembaharuan. Analisis Obama terhadap McCain (lihat Resonansi Ahmad Syafii Maarif dalam Gedung Putih Presiden Hitam, Republika 28 Oktober 2008) sampai pada kesimpulan bahwa setelah 21 bulan dan 3 kali melakukan debat, senator McCain –kata Obama– belum juga mampu memberitahukan kepada rakyat Amerika mengenai satu hal pun yang membuatnya berbeda dari George W. Bush. Ini berarti kebijakan ekonomi dan politik luar negeri McCain tidak lebih baik dan boleh dikatakan akan “setali tiga uang” dengan kebijakan Bush.  

Read the rest of this entry »

puisi

Jalan Kita

Oleh : Amsakar Achmad

Kadang asaku penat terjerembab gelap
Bagai malam yang pekat
Karena negeri tempat tembuniku di tanam
tak pernah nyaman
Selalu lintang pukang dan tunggang langgang
Selalu penuh resah dan keluh kesah
Selalu dalam kemelut dan carut marut

Read the rest of this entry »

dialogues of solitude : inspirasi memahami situasi

Oleh : Amsakar Achmad 

Dalam sebuah pencarian, Ali Syari’ati –tokoh politik intelektual revolusioner Iran– antara tahun 1964 sampai 1968 mencatat berbagai upaya pencariannya terhadap kesempurnaan dan kebenaran dalam tulisannya yang berjudul “Dialogues of Solitude” (Dialog Kesendirian). Anyaman pemikiran Syari’ati dalam dialog dengan diri sendiri itu antara lain dapat diringkas sebagai berikut (1) keindahan menyendiri adalah kegembiraan yang menyakitkan, kesendirian menurutnya hanya merupakan setengah dari keberadaan; (2) dengan demikian, kepedihan manusia yang riil bukanlah terletak pada kesendirian tetapi keterpisahanlah yang Read the rest of this entry »

strategi pengentasan kkn : mengurai benang kusut di tubuh birokrasi kita

Oleh : Amsakar Achmad 

Sekarang ini, dalam hampir setiap kesempatan semua orang senantiasa membicarakan persoalan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Realitas tersebut tidak hanya menjadi pembicaraan kaum intelektual dan kelompok reformis saja, tetapi juga telah merambah kepada kelompok masyarakat umum. Ia telah dibicarakan para calo di kedai kopi, nelayan di sampan dan petani di ladang. Tak terkecuali, ia juga telah menjadi bagian dari gosip ibu-ibu dan seakan-akan merupakan cerita bersambung bagi pemasaran ide-ide murahan para petualang politik.  Read the rest of this entry »

inspiratif!

  • Sejatinya orang yang berharga bagi masyarakat adalah mereka yang pernah merasakan rasa sakit, hidup dengan kesakitan dan tidak pernah secara langsung menunjukkan rasa sakit tersebut, baik di dalam maupun di luar. Hal inilah yang akan membuat seseorang menjadi manusia yang sebenarnya. Orang yang hidup senang secara hedonis adalah orang-orang yang perlu belajar untuk hidup menjadi dewasa (Ali Syari’ati  dalam Ali Rahnema, “Ali Syari’ati  : Biografi Politik dan Intelektual Revolusioner”, Airlangga, 2000)

  • Read the rest of this entry »

kusut masai

Oleh : Amsakar Achmad 

Kendati tidak membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia atau Kamus Umum Bahasa Indonesia, istilah kusut masai bagi komunitas Melayu sudah sering didengar, sering menjadi bahan cerita dan ajang diskusi bahkan telah masuk ke relung keseharian orang Melayu. Kusut masai merupakan kosa kata yang sudah bersebati dengan alam kehidupan orang Melayu. Kusut masai, menurut penulis beda tipis dengan centang perenang, yang secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang bias, kacau, lari dari kemapanan, dan tentu saja melambangkan instabilitas. Jadi substansi dari terminologi kusut masai adalah (1) menggambarkan keadaan, (2) keadaan tersebut bias dan kacau, dan (3) situasinya relatif ingin dihindari.  Read the rest of this entry »

wajah pendidikan kita

Oleh : Amsakar Achmad

Beberapa waktu yang lalu kita baru saja memperingati berbagai momentum tonggak sejarah penting bangsa ini. Mulai dari peringatan HUT RI yang ke-63, yang berdekatan dengan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional; 80 tahun Sumpah Pemuda; sampai dengan peringatan 10 tahun Era Reformasi. Semua momentum sejarah yang panjang tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa telah banyak hal yang kita buat, namun tidak sedikit hal yang juga harus kita perbaiki dan benahi dimasa-masa yang akan Read the rest of this entry »

naik

Oleh : Amsakar Achmad 

Dulu, sewaktu masih berstatus sebagai anak sekolahan yang kebetulan suka dengan  kegiatan pramuka, saya sangat senang mendendangkan lagu naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali. Walaupun kata naik, tidak mesti harus ke puncak gunung, dan tidak pula harus ke tempat yang tinggi sekali; tapi prinsipnya kata naik tetap saja akan dan selalu berhubungan dengan peningkatan dari keadaan sebelumnya.  Read the rest of this entry »

mental

Oleh : Amsakar Achmad 

Soal mental, ada banyak cerita yang dapat saya sampaikan kepada pembaca. Misalnya Koentjaraningrat (1974) menggambarkan bahwa komunitas terbesar dari bangsa ini disebutnya memiliki mental menerabas, yakni sebuah mental yang berkecenderungan untuk –meminjam terminologi Jawa—hantam kromo, tancap gas, sembarang tuduh, atau ingin cepat sampai ke tujuan tanpa perlu mempertimbangkan rambu-rambu.

Read the rest of this entry »

tesis

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA PEMERINTAH KOTA BATAM

 (Effect of Leadership Style on the Staff’s Motivation and Productivity in Batam Local Government )

 Oleh: Amsakar Achmad

Email: library@lib.unair.ac.id, Post Graduate Airlangga University

Mencermati bahwa misi utama penyelenggaraan otonomi daerah dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, menciptakan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya daerah, serta memberdayakan dan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan, maka untuk mewujudkan misi tersebut, diperlukan daya dukung aparatur pemerintahan yang handal, cakap dan memiliki kompetensi untuk menyelesaikan berbagai tugas pokok dan fungsi yang dipercayakan kepada mereka. Daya dukung ini menjadi mungkin diwujudkan bilamana roda pemerintahan tersebut dikelola dan dilaksanakan oleh pemimpin yang mampu menjadi inspirator untuk mendorong motivasi sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja pegawainya.

Read the rest of this entry »


    Web blogdetik